BERITA TERBARU
BERITA TERPOPULER
- Ketika Si Macan Terusik Tari Telanjang Tanpa Rangsang di Salihara
- Gerindra: Calon Korban Pemerkosaan Sudah Jarang yang Perawan
- SBY Sudah Kantongi Identitas @TrioMacan2000
- Ini Dia Mantan Kapolda Metro Jaya Kekasih Shinta Bachir Itu?
- Daging PKS: Maharani, Mahasiswi Cantik Bertarif Rp 10 Juta Per Malam
- Nama Islam Seperti Yusuf atau Ahmad Dilarang Masuk Singapura
- Inilah Skenario Cikeas Amankan Andi Cs Versi Si Macan
- Kultwit Lengkap @TrioMacan2000 Tentang Rumor Poligami SBY
- George Soros di Belakang Bos Media Hary Tanoe?
- Presenter TV One: Komite Etik KPK Berbohong
- Dana Vote SMS Komodo, Siapa Diuntungkan
- Kongres HMI: Rp 300 Juta untuk Satu Suara
| Pro-Kontra Keputusan Kartu Merah Cuneyt Cakir |
| Ditulis Oleh redaksi |
| Rabu, 06 Maret 2013 21:41 |
|
Laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions antara Manchester United melawan Real Madrid di Stadion Old Trafford, Rabu (6/3/2013), masih menyisakan cerita, yakni keputusan kartu merah dari wasit asal Turki, Cuneyt Cakir untuk Luis Nani pada menit ke-56. Tergopoh-gopoh manajer MU, Alex Ferguson turun dari tribun pemain ke tepi lapangan untuk memprotes keputusan wasit. Namun protes pria yang akrab disapa Fergie ini tak ditanggapi. Pihak Manchester United (MU) menilai keputusan itu merugikan timnya, Fergie pun tak hadir dalam konferensi pers. Asistennya, Mike Phelan, yang datang di depan para media di Stadion Old Trafford. Mantan kapten legendaris Manchester United, Roy Keane justru mendukung keputusan Cuneyt Cakir memberi kartu merah. “Keputusan wasit tepat. Permainannya berbahaya dan layak diberi kartu merah. Ia (wasit) tahu di lapangan ada beberapa pesepak bola (di dekatnya). Ia mengambil waktu beberapa menit, bicara dengan asistennya, dan memutuskan keluarnya kartu merah,” kata Kean kepada ITV Sport, Selasa (5/3/2013). “Saya tak bakal mengira wasit memutuskan (kartu merah) itu karena ia menunggu beberapa menit, sementara satu pemain mendapatkan perawatan dan saya pikir asistennya yang memberikan keputusan. Orang-orang marah dengan keputusan itu, tetapi saya pikir keputusan wasit tepat,” tutur pria yang akrab disapa Keano ini. “Keputusan wasit terlalu keras. Nani melihat bola di atas bahunya. Tak terlihat dia memiliki kedengkian atau iktikad buruk. Setidaknya, ia pantas mendapat kartu kuning karena permainan berbahaya. Tapi, jika saya yang menjadi wasit, saya tak bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi ketika saya akan memberi kartu merah karena permainan itu,” kata mantan wasit Liga Primer Inggris, Dermot Gallagher. Diluar pro-kontra kartu merah Cuneyt Cakir, baik Manchester United ataupun Real Madrid, ternyata sama-sama punya cerita tidak mengenakkan saat Cakir memimpin pertandingan. ‘Setan Merah’ tak pernah menang setiap menjalani laga yang dipimpin Cakir. Saat dipimpin Cakir, Manchester United ditahan imbang Benfica 2-2 di Liga Champions Eropa pada musim 2011/12, bahkan MU dikalahkan Atletico Bilbao 2-3 di Liga Eropa di tahun yang sama. Percaya atau tidak percaya, tapi fakta membuktikan nasib buruk selalu menimpa pasukan Alex Ferguson. Pelatih berusia 71 tahun itu, bahkan sampai mewanti-wanti agar wasit Cakir bisa berperforma maksimal pada laga nanti. “Dalam sebuah pertandingan, anda berharap akan mendapatkan wasit dengan penampilan terbaik, sebaik penampilan para pemain di lapangan,” kata Ferguson sebelum pertandingan seperti dikutip Soccernet. Namun Madrid ‘agak’ beruntung ketika melakoni laga yang dipimpin wasit Cakir. ‘Los Blancos’ dirugikan saat gol Jose Callejon dianulir Cakir ketika Madird ditahan imbang 2-2 oleh Borussia Dortmund pada laga Grup D Liga Champions. Namun terlepas dari kontroversi tersebut, apapun keputusan wasit tetap harus dihormati dalam setiap pertandingan apapun. Jayeng
|






NANI diberi kartu merah karena pelanggaran kepada Alvaro Arbeloa. Ia mencoba mengambil bola umpan dari rekannya, tapi mengenai perut Arbeloa dengan keras. Sejak itu, Madrid semakin tajam menekan dan akhirnya mencetak dua gol lewat Luka Modric dan Cristiano Ronaldo untuk menang 2-1 (agregat 3-2) dan lolos ke perempat final. 