By A Web Design

Banner
Hatta Tuding Paceklik dan Banjir Sebagai Penyebab Tingginya Angka Inflasi
Ditulis Oleh redaksi   
Senin, 04 Maret 2013 19:18

Add this to your website

Menteri Perekonomian, Hatta Rajasa mengatakan, laju inflasi Januari-Februari cukup tinggi akibat musim paceklik dan musibah banjir. Sementara laporan Badan Pusat Statistik (BPS) penyebab inflasi Februari yang mencapai 0,75 persen karena pengetatan impor holtikultura.

TERKAIT hal itu, Hatta mengisyaratkan akan membicarakan itu dengan kementerian terkait. “Januari-Februari itu memang inflasi didorong oleh sektor pangan, karena musim paceklik. Walaupun tinggi kita bisa jelaskan karena dari analisis memang menurun suplai karena banjir sehingga suplai kurang. Laporan BPS akan dianalisa Menteri Pertanian dan Meneri Perdagangan, nanti pada Rabu ini akan ada rapat dan dilihat secara keseluruhan,” kata Hatta usai menerima kunjungan JETRO perusahaan nirlaba dari Jepang di kantornya, Senin (4/3/2013).

Hatta tidak menginginkan adanya pendapat inflasi itu penyebab tunggal adalah soal impor tersebut. Padahal kebijakan pengetatan impor itu sebagai dukungan terhadap petani lokal. Tetapi memang petani lokal belum siap mensuplai pasokan yang diminta masyarakat. “Jangan sampai kebijakan kita untuk menolong petani dalam pengetatan impor holtikultura, justru dongkrak inflasi tinggi. Ini harus segera dikendalikan,” katanya.

Sebelumnya, laporan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, inflasi pada Februari mencapai 0,75 persen. Menurut dia, laju inflasi Februari sebesar 0,75 persen sebenarnya cukup tinggi. Namun lebih rendah ketimbang Januari kemarin sebesar 1,1 persen. Penyebabnya adalah pembatasan impor hortikultura.

“Akibat adanya pembatasan impor hortikultura oleh pemerintah menyebabkan Inflansi 0,75 persen pada Februari ini,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin saat pemaparan inflasi Februari di kantornya Jakarta, Jumat (1/3/2013) lalu.

Menurut Suryamin, pembatasan impor hortikultura untuk melindungi petani dalam negeri, menyebabkan harga komoditas tersebut naik tinggi. Inflasi juga dipicu harga yang bergejolak pada bawang merah dan bawang putih.

Jayeng

 

By A Web Design