BERITA TERBARU
BERITA TERPOPULER
- Ketika Si Macan Terusik Tari Telanjang Tanpa Rangsang di Salihara
- Gerindra: Calon Korban Pemerkosaan Sudah Jarang yang Perawan
- SBY Sudah Kantongi Identitas @TrioMacan2000
- Ini Dia Mantan Kapolda Metro Jaya Kekasih Shinta Bachir Itu?
- Daging PKS: Maharani, Mahasiswi Cantik Bertarif Rp 10 Juta Per Malam
- Nama Islam Seperti Yusuf atau Ahmad Dilarang Masuk Singapura
- Inilah Skenario Cikeas Amankan Andi Cs Versi Si Macan
- Kultwit Lengkap @TrioMacan2000 Tentang Rumor Poligami SBY
- George Soros di Belakang Bos Media Hary Tanoe?
- Presenter TV One: Komite Etik KPK Berbohong
- Dana Vote SMS Komodo, Siapa Diuntungkan
- Kongres HMI: Rp 300 Juta untuk Satu Suara
| Sumbang Inflasi 0,12 Persen, DPR Minta Pemerintah Bebaskan Kuota Impor Bawang Putih |
| Ditulis Oleh redaksi |
| Rabu, 06 Maret 2013 20:29 |
|
Komoditas bawang putih ditengarai jadi penyumbang inflasi Februari sebesar 0,12 persen. Penyebabnya, harga bawang putih sudah mencapai Rp36 ribu per kilogram dari harga normal Rp12 ribu per kilogram.
Menurut politisi PPP ini, kebijakan pembebasan kuota importasi bawang putih akan dapat menekan harga bawang putih menjadi lebih murah. Setidaknya angka inflasi bisa menurun dari sektor ini. “Kan bawang putih hanya diproduksi secara sporadis di lokalitas tertentu sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan nasional,” ujarnya. Pemerintah sudah mengakui kendala iklim menjadi faktor rendahnya produksi bawang putih dan kacang kedelai. Akibatnya 90 persen kebutuhan bawang putih nasional dari hasil impor. Jayeng |






UNTUK menekan harga bawang putih yang melambung tinggi, DPR meminta pemerintah membebaskan kuota impor bawang putih. “Saya minta kuota impor bawang putih dibebaskan karena bawang putih tidak diproduksi secara masal di negara kita,” kata Ketua Komisi IV DPR RI, Romahurmuziy usai acara ‘Silaturahim Pers Nasional dan Bedah Kasus Carut Marut Impor dan Swasembada Daging Sapi’ di Jakarta, Rabu (6/3/2013).