BERITA TERBARU
BERITA TERPOPULER
- Ketika Si Macan Terusik Tari Telanjang Tanpa Rangsang di Salihara
- Gerindra: Calon Korban Pemerkosaan Sudah Jarang yang Perawan
- SBY Sudah Kantongi Identitas @TrioMacan2000
- Ini Dia Mantan Kapolda Metro Jaya Kekasih Shinta Bachir Itu?
- Daging PKS: Maharani, Mahasiswi Cantik Bertarif Rp 10 Juta Per Malam
- Nama Islam Seperti Yusuf atau Ahmad Dilarang Masuk Singapura
- Inilah Skenario Cikeas Amankan Andi Cs Versi Si Macan
- Kultwit Lengkap @TrioMacan2000 Tentang Rumor Poligami SBY
- George Soros di Belakang Bos Media Hary Tanoe?
- Presenter TV One: Komite Etik KPK Berbohong
- Dana Vote SMS Komodo, Siapa Diuntungkan
- Kongres HMI: Rp 300 Juta untuk Satu Suara
| Ada Persamaan Modus Dugaan Korupsi Wawali Balikpapan dan Bupati Tobasa |
| Ditulis Oleh redaksi |
| Rabu, 06 Maret 2013 14:27 |
|
Otonomi daerah ternyata tidak saja memotong rentang kendali antara pusat dan daerah. Di saat yang sama, lahirnya raja-raja kecil justru kerap menimbulkan dampak baru, utamanya korupsi. Terbaru, Wakil Wali Kota Balikpapan, Heru Bambang dan Bupati Tobasa Kasmin Simanjuntak adalah contohnya.
Kini, kedua penguasa ini pun harus berhadapan dengan proses hukum. Polda Kalimantan Timur telah menelusuri kasus Heru Bambang. Hal serupa juga telah dilakukan Polda Sumatera Utara terhadap Kasmin Simanjuntak. "Kami menelusuri dulu sesuai laporan, kasusnya masih diselidiki," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kaltim, Komisaris Besar Iman Sumantri. "Kita juga sudah dapat bukti adanya dugaan manipulasi status lahan dari hutan lindung menjadi hutan rakyat. Bahkan, ada lahan dibuat atas nama orang lain, padahal statusnya hutan lindung," terang Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Sadono Budi Nugroho. Di lain pihak, Heru dan Kasmin sama-sama membantah keterlibatannya. Itu artinya, bola kini berada di tangan penegak hukum. SP |






KEDUA