By A Web Design

Banner
Badai Rusty Terjang Delapan Kabupaten di NTT
Ditulis Oleh redaksi   
Selasa, 05 Maret 2013 10:53

Add this to your website

Badai Rusty yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebabkan delapan kabupaten diterjang bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, dan puting beliung. Delapan kabupaten yang dilanda bencana yakni Manggarai Timur, Manggarai, Lembata, Sumba Timur, Belu, Kabupaten Kupang, Ende, dan Ngada.

“ADA delapan kabupaten yang dilanda bencana alam selama sepekan terakhir itu. Menyebabkan tiga orang meninggal dunia, rumah rusak berat sebanyak 868 unit, fasilitas umum rusak berat sebanyak 22 unit, sawah ladang terendam seluas 1.469 ha, dan rumah terendam banjir 2.599 unit,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT, Tini Thadeus di Kupang, Selasa, (5/3/2013).

Tak hanya itu, Badai Rusty juga telah menghancurkan sejumlah fasilitas umum seperti jalan jembantan dan dermaga serta terjadi abrasi diseluruh wilayah NTT. Di Manggarai Timur, menurut Tini Thadeus, puting beliung menghancurkan ratusan rumah, akibatnya ratusan jiwa mengungsi ke tempat yang aman. Puting beliung juga melanda Kabupaten Manggarai dan Ngada. “Tiga kabupaten yang bertetangga itu dilanda puting beliung,” ujarnya.

Sementara bencana banjir terparah terjadi di Kabupaten Belu, akibat meluapnya sungai Benanain. Banjir itu merendam ribuan rumah serta sejumlah sarana prasarana umum di daerah perbatasan RI-Republik Demokratic Timor Leste (RDTL) itu.

Pemerintah provinsi, lanjut Tini, telah menyalurkan bantuan tanggap darurat bagi korban banjir, seperti makanan siap saji, beras dan terpal pengungsian. “Semua masyarakat terkena bencana itu kami sudah salurkan bantuan,” ungkapnya.

Banjir juga melanda Kabupaten Lembata, Manggarai, Manggarai Timur, Sumba Timur, Ngada, Belu Kupang dan Ende. Sedangkan bencana longsor hanya melanda Kabupaten Ende yang menyebabkan putusnya jalan Trans Flores yang menghubungkan kabupaten Manggarai Timur.

“Semua kerusakan tersebut belum ada taksasi kerugian akibat bencana badai Rusty itu, karena masih didata oleh BPBD kabupaten. Dari sekian banyak kerusakan itu, hingga saat ini tim dari BPBD masih melakukan perhitungan kerugian negara dan kerugian masyarakat yang terkena badai Rusty,” katanya.

Jayeng

 

By A Web Design